- 27 Desember 2014 14:38 wib
Apel merupakan penyebab terbesar kerusakan pada gigi dan gusi selain coklat dan biskuit (Foto:Getty Images)
Metrotvnews.com, Jakarta: Apel menjadi buah yang populer dijadikan cemilan oleh mereka yang sedang berdiet.
Namun, peringatan mengemil buah manis datang dari 458 dokter gigi, ahli kesehatan, dan ahli gigi. Empat dari lima ahli memperingatkan bahwa ngemil memberikan kontribusi terhadap kerusakan. Disebutkan, apel merupakan penyebab terbesar kerusakan pada gigi dan gusi selain coklat dan biskuit.
Para ahli juga mengatakan, jus buah menjadi penyebab utama masalah gigi dan gusi, sepertiga dari makanan gurih seperti keripik.
"Kita mungkin menjaga gigi kita, tetapi masih ada lubang menganga," tutur profesor dan ahli gigi di universitas Newcastle dan periodontologist terkemuka, Robin Seymour.
"Survei nasional kesehatan menemukan bahwa 23 persen orang dewasa menyikat gigi hanya sekali sehari. Meskipun banyak dari mereka menyikat gigi dua kali sehari, masih menyisakan plak. Ini menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi," jelas Seymour.
Sebuah laporan yang diterbitkan Seymour menyarankan bahwa metode mekanis tambahan, seperti flossing, akan menghilangkan plak-plak pada gigi.
"Obat kumur antiseptik berperan penting dalam mengontrol plak, mengurangi plak hingga 25 persen setelah menyikat gigi, serta menghilangkan sisa-sisa makanan di mulut," ucap Seymour.
Namun, peringatan mengemil buah manis datang dari 458 dokter gigi, ahli kesehatan, dan ahli gigi. Empat dari lima ahli memperingatkan bahwa ngemil memberikan kontribusi terhadap kerusakan. Disebutkan, apel merupakan penyebab terbesar kerusakan pada gigi dan gusi selain coklat dan biskuit.
Para ahli juga mengatakan, jus buah menjadi penyebab utama masalah gigi dan gusi, sepertiga dari makanan gurih seperti keripik.
"Kita mungkin menjaga gigi kita, tetapi masih ada lubang menganga," tutur profesor dan ahli gigi di universitas Newcastle dan periodontologist terkemuka, Robin Seymour.
"Survei nasional kesehatan menemukan bahwa 23 persen orang dewasa menyikat gigi hanya sekali sehari. Meskipun banyak dari mereka menyikat gigi dua kali sehari, masih menyisakan plak. Ini menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi," jelas Seymour.
Sebuah laporan yang diterbitkan Seymour menyarankan bahwa metode mekanis tambahan, seperti flossing, akan menghilangkan plak-plak pada gigi.
"Obat kumur antiseptik berperan penting dalam mengontrol plak, mengurangi plak hingga 25 persen setelah menyikat gigi, serta menghilangkan sisa-sisa makanan di mulut," ucap Seymour.
Komentar
Posting Komentar